Internasionalisme adalah ideologi yang menekankan pada persatuan dan kerjasama antarbangsa dalam rangka mencapai tujuan bersama. Pandangan internasionalis memandang bahwa perbedaan budaya, agama, dan politik bukanlah penghalang bagi persatuan dan kerjasama antarnegara. Pandangan ini diadopsi oleh berbagai tokoh sepanjang sejarah, termasuk Presiden Pertama RI, Soekarno.
Soekarno adalah salah satu tokoh yang paling vokal dalam mempromosikan internasionalisme dalam politik luar negeri Indonesia. Ia percaya bahwa persatuan dan kerjasama antarnegara merupakan kunci untuk mencapai perdamaian dunia dan kemajuan manusia. Soekarno juga berpendapat bahwa internasionalisme harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya dalam politik luar negeri.
Menurut Soekarno, internasionalisme tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan kepentingan nasional. Sebagai seorang patriot, Soekarno menyadari bahwa kepentingan nasional harus tetap menjadi prioritas utama. Namun, Soekarno percaya bahwa kepentingan nasional dan internasionalisme dapat diwujudkan secara bersamaan.
Soekarno juga menganggap bahwa internasionalisme tidak hanya mengenai kerjasama antarnegara dalam bidang politik atau ekonomi, tetapi juga dalam budaya. Soekarno percaya bahwa Indonesia memiliki peran penting dalam memperkenalkan kebudayaan Nusantara ke seluruh dunia. Ia menganggap bahwa kebudayaan Indonesia dapat menjadi jembatan untuk mempererat hubungan antarnegara dan menghindari konflik.
Untuk mewujudkan visi internasionalisnya, Soekarno melakukan berbagai upaya diplomasi dan kerjasama antarnegara. Salah satu contohnya adalah berdirinya Gerakan Non-Blok, sebuah organisasi internasional yang didirikan pada tahun 1961 oleh Soekarno bersama tokoh-tokoh dari negara-negara dunia ketiga. Gerakan Non-Blok bertujuan untuk menghadapi blok-blok politik yang saling bertentangan dan menciptakan keseimbangan kekuatan di dunia.
Soekarno juga memperjuangkan pembebasan bangsa-bangsa dari kolonialisme dan imperialisme. Ia mengecam praktik eksploitasi dan dominasi yang dilakukan oleh negara-negara besar terhadap negara-negara kecil dan lemah. Soekarno berpendapat bahwa kolonialisme dan imperialisme adalah penghalang bagi tercapainya persatuan dan kerjasama antarnegara.
Meskipun telah meninggal dunia, pandangan internasionalisme Soekarno masih relevan hingga saat ini. Kerjasama antarnegara dalam bidang politik, ekonomi, dan budaya tetap menjadi kunci untuk mencapai perdamaian dan kemajuan manusia. Seperti yang dikatakan Soekarno, ‘Satu nusa, satu bangsa, satu bahasa’ dan ‘Majulah dunia!’ yang merupakan seruan untuk memperjuangkan persatuan dan kerjasama antarnegara
Senin, 07 Agustus 2023
Internasionalisme Menurut Soekarno
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Arsip Blog
- Oktober 2023 (69)
- September 2023 (727)
- Agustus 2023 (744)
- Juli 2023 (680)